Devan melirik layar ponselnya yang barusan bergetar menandakan adanya video call yang masuk dari Raina . Ia menghela napas kemudian menekan tombol hijau dilayar ponselnya hingga menampilkan wajah Raina yang tampak agak kacau itu , ditambah matanya yang memerah dan napasnya yang terisak dan dibelakangnya Billy hanya diam sambil tersenyum gak enak padanya . " Please lo berdua kalo cuma mau pamer malem pertama jangan sekarang . Oke ?" Raina malah makin terisak . " Billy lo maennya jangan kasar kenapa . Raina sampe nangis gitu ." Ucap Devan yang terlihat cukup khawatir . " Sumpah belom gue apa-apain Van ." Ucap Billy dengan tampang frustasinya . Raina menyikut perut Billy yang berada tepat dibelakangnya hingga cowok itu meringis . " Terus ?" Devan menaikkan sebelah alisnya . " Lo kenapa
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


