Epilog

473 Kata

Devan melirik layar ponselnya yang barusan bergetar menandakan adanya video call yang masuk dari Raina . Ia menghela napas kemudian menekan tombol hijau dilayar ponselnya hingga menampilkan wajah Raina yang tampak agak kacau itu , ditambah matanya yang memerah dan napasnya yang terisak dan dibelakangnya Billy hanya diam sambil tersenyum gak enak padanya  . " Please lo berdua kalo cuma mau pamer malem pertama jangan sekarang . Oke ?"  Raina malah makin terisak . " Billy lo maennya jangan kasar kenapa . Raina sampe nangis gitu ." Ucap Devan yang terlihat cukup khawatir . " Sumpah belom gue apa-apain Van ." Ucap Billy dengan tampang frustasinya . Raina menyikut perut Billy yang berada tepat dibelakangnya hingga cowok itu meringis . " Terus ?" Devan menaikkan sebelah alisnya . " Lo kenapa

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN