“Pak Harvey, sebelah sini.” Seperti anak kecil, Gerald bersembunyi di salah satu ruangan yang ada di sekitar ruang profesor Alaska. Melirik ke belakang memastikan tidak ada yang mengikuti, Harvey akhirnya masuk ke dalam ruangan itu. Di sana ada Mr Lee dan Miss Laura. Keempat orang itu sungguh tidak menyangka kalau Harris akan tiba-tiba datang. Untungnya semua obrolan masalah Harris sudah berakhir dan berganti topik. “Kok dia bisa tiba-tiba datang, sih?” tanya Harvey. “Semua orang juga pasti punya kepentingan, Pak. Terlebih Profesor Alaska adalah kepala sekolah dan sudah pasti berhubungan dengan banyak pihak.” “Gimana, Pak, saya takut,” ujar Miss Laura mengutarakan kegelisahannya. Dia mendesah, dadanya naik turun berusaha menetralkan segala ketakutan dan kekhawatiran. “Ini bisa kita

