Suara heels yang beradu dengan lantai keramik terdengar seirama. Perempuan dengan rambut sebahu dan bertubuh mungil berjalan dengan penuh percaya diri dia mendekap beberapa map berisi catatan kegiatan dan buku-buku pelajaran. Langkahnya terhenti kala di hadapannya berdiri sesosok orang yang selalu membuatnya kaget. “Astaga, Pak Harvey!” “Miss, apa yang membuat Anda begitu kaget?” “Ah ... itu ....” “Saya bukan Harris, Miss, tidak usah khawatir.” “Eh?” “Saya sudah tahu semuanya, Miss. Pak Gerald yang menceritakan semua kepada saya. Bolehkah kita ngobrol sebentar? Kedatangan saya ke sini karena emang mau ngomong sama Miss. Tolong,” harap Harvey. Laura menunduk, kemudian dia seperti sedang melihat keadaan sekitar dengan melirik ketakutan. “Tapi saya sudah mengungkapkan semuanya kepad

