BADDAS 57

1023 Kata

Hanya desau angin dan terik matahari yang menemani Angga di tepi danau siang itu. Tidak ada tanda-tanda orang yang baru saja datang ke tempat ini. Dia yakin Peach tidak kesini. Entah mengapa tatapan mata perempuan itu saat melihat dirinya berjalan bersama Zara terlihat begitu kecewa. Bukan sekali dua kali Angga menghadapi perempuan. Karenanya dia tahu betul Bagaimana raut wajah perempuan saat marah kecewa atau bahkan terluka. Berkali-kali Angga merutuki diri sendiri pasalnya dia tidak mengingat bahwa gen 9 berada di asrama 3. "Gue memang payah, bodoh, jadinya kan ribet begini. Lo di mana sih Peach?" Angga bermonolog Dia berjalan tergesa menyusuri lorong demi lorong. Mencari beberapa kemungkinan kemanakah Peach berada. Tidak perlu menyusuri banyak tempat, Angga akhirnya menemukan siluet

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN