Di tempat yang sudah disepakati Peach menunggu hadirnya Angga. Perempuan itu berdiri dengan suasana hati paling baik yang dia miliki. Perasaan takut seperti ketika janjian di tepi danau, kini hilang laksana kotoran tersapu air dan deterjen. Peach sedikit khawatir karena mungkin saja dia telat dari waktu yang sudah dijanjikan dengan Angga. Pasalnya berkali-kali dia melihat ke kiri dan ke kanan susuk Angga sama sekali tidak ditemukan di tempat itu. Siswa Baddas Academy masih terlihat berlalu lalang di sana. Pertigaan jalan yang tidak begitu besar tetapi sangat ramai. Peach yang lelah berdiri akhirnya mundur dan kini berada persis di depan sebuah toko yang menjual berbagai macam alat elektronik. "Permen ... Permen ... Permennya Kakak!" Seorang gadis kecil kira-kira berumur 8 tahun menawark

