Peach membeli banyak barang. Wanita berturban yang Angga sebut Mami bahkan memberikan hadiah kepada dirinya karena sudah melarisi tokonya. Notebook kecil, bersampul lukisan indah. Kertas yang digunakan untuk membuat tepung tersebut adalah kertas daur ulang, ketika dibuka wangi menguat dari dalamnya. Berkali-kali Peach mengucapkan terima kasih. "Gue bawain," cetus Angga. Lelaki itu memang tidak banyak belanja, alasannya karena semua alat lukis masih lengkap. Dia hanya membeli beberapa kuas dan juga canvas. Di sekolah memang disediakan canvas untuk melukis, tetapi tetap hanya untuk kepentingan belajar. Sedangkan Angga membutuhkan canvas canvas tersebut karena lelaki itu melukis untuk dijual kembali. "Lo, kan, ribet, segala bawa canvas banyak begitu," tolak Peach. "Ribet apaan, ini mah bu

