Leonardo POV “Selamat malam, Ardo .. “ gumamnya dengan mata terpejam. Senyum manis tergurat di wajah cantiknya. Perasaanku berdesir lembut mendengarnya, namun aku segera menghalaunya. Tidak, aku tak boleh jatuh dalam pesonanya lagi. Dia wanita yang tak setia. Terbukti setelah dia mengusirku, tak lama kemudian ia menikahi pria yang dulu dihindarinya hingga ia memaksaku ikut dalam proyek CINDERELLA MAN-nya. Tak mungkin ia mencintaiku kalau ia bisa semudah itu mengalihkan hatinya. Yang ada, dulu dia hanya memanfaatkanku. Dia hanya menganggapku mainan yang bisa menyenangkannya. Setelah mainan itu rusak, dia membuangnya tanpa hati. Hatiku masih terasa pedih bila mengingatnya. “Bangun!” Aku menggoyang bahunya untuk memban

