43. Nyaris Ketahuan

1103 Kata

 Aku melirik Pangeran Leonardo yang tengah menyetir mobilnya.  Tak seperti petinggi kerajaan lainnya, Pangeran Leonardo memilih menyetir sendiri mobilnya kecuali jika ada acara khusus.  Sedari tadi dia hanya diam. Pandangannya fokus ke depan.  Aku jadi merasa diabaikan, apa aku ini hanya pajangan di mobilnya? “Ehm. Ehm ...” Sengaja aku berdeham untuk menarik perhatiannya.  Tak berhasil, dia tak bereaksi sama sekali.  Memang sepertinya tak bisa dikodein. “Bos, masih ingat kan kalau aku ada disini?” celetukku akhirnya. Akhirnya dia menoleh, hanya untuk menggeleng-gelengkan kepala gemas.  Mungkin dipikirnya aku ini perempuan konyol yang berusaha menarik perhatiannya.  Astaga .. memang iya! “Bos, sebenarnya aku ingin menanyakan satu hal.  Sebenarnya, semalam apa yang terjadi?  Apa ini?” a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN