48. Keputusan yang Ditentang

1064 Kata

Aku terbangun saat sayup-sayup aku mendengar percakapan dua orang. “Mommy masih tidur ...” kudengar bisikan Ardilla. “Pssstttt!  Biarkan saja Mommy tidur.  Kita main dengan suara pelan, okey?” suara maskulin menyahutinya.  Aku tersenyum mendengar mereka bergumam pelan satu sama lain. “Iya, main seperti kemarin?  Ardilla yang menang kan?” “Ardilla hebat!  Begitu baru anak Dad .. eh, anak hebat!” “Hadiahnya apa?  s**u?  Coklat?” “Apa saja!  Ardilla mau apa?” “Ehmmm ...” Aku segera bangun untuk menegur anakku.  Dia tak boleh terlalu banyak meminta supaya tak menjadi anak manja! “Ardilla, kau tak boleh meminta hadiah apapun pada papamu!” tegurku sembari berjalan keluar. Didepan anakku aku ternganga, dia juga melongo.  Menatapku sambil menunjuk pria yang duduk disebelahnya.  Dan sialn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN