47. Malaikat Kecilku

1115 Kata

Aku pulang disambut oleh celotehan anakku.             “Mom tahu, Bos Mommy itu bukan orang jahat.  Dia baik.  Dia bilang dia bukan orang asing, jadi Ardilla boleh ya menerima s**u dan coklatnya?”             Aku melirik satu kantong besar berisi s**u dan permen coklat yang tergeletak di meja makan.  Merk mahal punya, bukan seperti yang sesekali kubelikan untuk Ardilla.  Pasti bocah itu amat kegirangan memakannya.  Kutemukan banyak bungkus coklat dan kotak s**u kosong di tong sampah kami.             “Apa tak terlambat Ardilla meminta ijin pada Mommy?  Sudah banyak yang dihabisin juga,” aku pura-pura menggerutu.             Ardilla dengan tampang bersalahnya nampak menggemaskan.  Dia menggesek-gesek kedua ujung jari telunjuknya pertanda merasa kurang nyaman.             “Mommy jangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN