108. MASA LALU

2624 Kata

Angkasa, Ananda dan Satria merasa aneh dan sedikit tidak mengerti dengan ucapan Semesta yang mengatakan kalau mereka kini sedang berada di dimensi tiruan yang dibuatnya. "Apa maksudmu dengan dimensi tiruan?" tanya Angkasa. Bukannya langsung menjawab, Semesta malah terlebih dulu menyapa Ananda. "Hai, Kak Anan, senang sekali rasanya bisa bertemu dengan Kakak lagi," kata anak itu. Ananda yang dalam keadaan sedikit acak-acakan itu tersenyum dengan ramah tanpa mengucapkan sepatah kata pun, sebagai respons atas sapaan yang adiknya itu berikan. "Hey! Aku sedang bertanya tadi!" bentak Angkasa. Semesta sedikit terlonjak kaget ketika mendapat bentakan dari Angkasa. "I-iya-iya, maaf, Kak," balas Semesta. Ia seketika langsung teringat dengan Langit ketika dibentak oleh Angkasa seperti tadi. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN