bc

Gairah Liar Pemerkosaku

book_age18+
1.1K
IKUTI
10.7K
BACA
friends to lovers
stepfather
heir/heiress
drama
bxg
lighthearted
kicking
small town
friends with benefits
like
intro-logo
Uraian

Riana Arum Dewi, gadis desa yang dikenal sebagai bunga desa, mendadak kehilangan sinarnya setelah menjadi korban tindakan keji Dewa Syailendra Dwipayana. Meski bertanggung jawab, ia tetap telah mencemarkan nama baik Riana dan keluarganya.

Desa pun bereaksi keras, memberikan sanksi sosial kepada keduanya. Mereka diarak keliling desa dan didesak untuk segera menikah. Namun, hati Riana penuh luka dan menolak bersanding dengan pria yang telah menghancurkan kehormatannya. Meskipun begitu, tekanan dari kedua orang tuanya membuat Riana tidak berdaya menolak lamaran Dewa, pria asing yang tak pernah dianggap berarti.

Dengan berat hati, Riana akhirnya menikahi Dewa, tetapi perjalanan mereka tidak mudah. Berbagai cobaan menanti mereka di depan. Apakah pernikahan mereka akan bertahan? Dan siapa sebenarnya Dewa Syailendra Dwipayana?

chap-preview
Pratinjau gratis
1. Desahan dari gubuk di tengah sawah.
Setelah berlari menyusuri sungai cukup lama akibat di kejar-kejar oleh orang suruhan om-nya. Dewa akhirnya menemukan sebuah gubuk yang terletak di tengah persawahan. Dewa pun bermaksud bersembunyi disana. Saat masuk ke dalam gubuk, Dewa melihat Riana, gadis tercantik di kampung ini sedang mengeringkan rambut panjangnya, sesekali mengibaskan ke depan hingga terlihat leher jenjang. Pakaian yang setengah basah, memperlihatkan pakaian dalam si wanita. Dewa terpesona pada pandangan pertama. Selama tiga puluh tahun menahan diri karena masih terlibat urusan dengan om-nya, hasrat yang seakan mati suri kini hidup lagi. Melihat kemolekan tubuh Riana dari belakang disertai rambut yang setengah basah, membuat libido Dewa seketika meningkat drastis. Niat awal melarikan diri dari kejaran orang yang ingin membunuhnya, Dewa terjebak oleh gairah yang tak terbendung. Dengan langkah kaki mengendap-endap, Dewa memeluk dan membekap bibir Riana dari belakang. Tanpa melihat wajah si Riana, Dewa melancarkan aksinya. Secepat kilat laki-laki itu sudah berhasil menyatu dengan Riana, sang kembang desa. "Aaahhhhh..... oouuugh....," desahan pria yang sedang berpacu di atas tubuh Riana ini sangatlah keras, seperti auman seekor harimau yang sedang kelaparan. Entah bagaimana awalnya, tahu-tahu Dewa telah berhasil mengoyak kehormatan gadis kampung itu. Bak seorang profesional, bahkan Dewa juga berusaha memancing gairah lawan dengan berbagai cara. Namun, Riana tetap teguh pada imannya. Wanita itu tidak merasakan kenikmatan selain hanya sakit yang teramat sangat di daerah paling tersembunyi dari tubuhnya. Selain karena ini masih pertama untuknya, ukuran junior Dewa memang di atas rata-rata laki-laki lokal. Milik Dewa bahkan seperti milik seorang laki-laki keturunan Timur tengah, sehingga milik Riana seakan mau pecah terkena tusukan senjata mematikan Dewa. Riana terus mencoba melakukan perlawanan sampai beberapa menit, tenaganya sudah tak sanggup melawan. Tenaga gadis yang kini tidak gadis lagi itu, kalah jauh dengan pria ini yang tampaknya sangat terlatih. Terbukti otot-otot di lengannya sangat keras seperti sebatang kayu kokoh berusia puluhan tahun. Sedangkan teriakan Riana tenggelam bersamaan dengan suara hujan yang tiba-tiba sangat keras sebab sedang lebat-lebatnya turun ke bumi. Menyadari Riana teriak, pria ini membungkam mulut wanita itu dengan ciuman kasarnya. Riana menggigit bibir pria itu kuat-kuat dan berhasil terlepas dari ciumannya. "Sakiiiittttt, aah, tolong berhenti, ini saaakiit." protes Riana tatkala rasa sakit langsung menyerang inti tubuhnya dengan hebat. Karena di dorong gairah yang tak lagi bisa di bendung, gerakan Dewa semakin liar tak terkendali. Akibatnya Riana semakin kesakitan dan tersiksa. "Tolooong, berhenti, ssaakiiitt." Riana sudah berkali-kali memohon untuk berhenti, tapi laki-laki yang sedang memacu bergerak turun naik di atas tubuhnya ini semakin kasar dan terlihat semakin b*******h. Perasaan takutnya kepada orang kampung, dan rasa benci pada laki-laki ini kian menambah rasa sakit yang amat sangat di sekujur tubuhnya. Inti tubuhnya yang seakan hendak terbelah, merasakan perih dan ngilu yang amat sangat. "Hentikan dan pergilah yang jauh sebelum aku membencimu seumur hidupku. Anggap kita tidak pernah bertemu. Sebelumnya kita tidak pernah saling kenal dan akan begitu selamanya." ucap Riana lemah. "Tidak! Aku tidak bisa berhenti. Ini terlalu ni**at untuk di hentikan. Mungkin saat ini aku bersikap kasar, lain kali aku janji tidak akan sekasar ini." What??? Lain kali? Orang gila mana yang berbicara begitu pada korban kelakuan bejatnya. "Apa maksudmu?!! Ha?!! Lain kali kamu akan memperkosaku lagi begitu? Kamu kira aku menyukai perlakuan bejatmu dan akan memintanya lain kali?!! Jangan harap aku membiarkan kamu tetap hidup jika tidak segera meninggalkan tempat ini. Jangan bermimpi bertemu lain kali, karena di saat itu aku tidak segan-segan untuk menghabisi mu!" teriak Riana yang tiba-tiba mendapatkan kekuatannya kembali karena geram dengan kata-kata laki-laki asing tersebut. Dewa tak lagi menghiraukan ancaman Riana, sebab sedikit lagi dia hampir mencapai puncak dan memilih untuk fokus mengejarnya. Tetapi... Brak!!! Benar saja sesaat setelah teriakan Riana membahana, seseorang atau beberapa orang tepatnya membuka pintu gubuk yang memang tidak ada kuncinya. Gubuk ini hanya untuk berteduh di siang hari saat sedang terik dan malas untuk istirahat di rumah karena jaraknya yang lumayan jauh dari rumah pemiliknya. Karena hari sudah petang dan tak ada penerangan satupun di dalam gubuk itu, kedua insan yang sedang dalam posisi begitu intim tak terlihat oleh mata telanjang jika tanpa bantuan lampu. Beruntung salah satu warga ada yang membawanya sehingga penampakan keduanya yang begitu menjijikkan sangat jelas terlihat. Dewa yang sebentar lagi mencapai puncaknya misuh-misuh dalam hati. Laki-laki yang sayangnya berwajah sangat tampan itu tetap memacu tubuhnya berharap bisa mencapai puncak sebentar lagi. "Hei, lagi ngapain kalian berdua?? Ha!! Dasar manusia-manusia b***t! Riana, siapa laki-laki yang kamu bawa ini?!" teriak salah satu dari mereka. "Ayo kita arak keliling desa. Dia sudah menodai kampung kita!" teriak Pak Abdul dan langsung di sambut sorak sorai oleh yang lainnya. Dengan kasar salah satu dari mereka menarik paksa Dewa hingga penyatuannya dengan Riana terlepas begitu saja. Sesaat warga terperangah melihat ukuran Dewa yang tak biasa. Tetapi itu tak ber langsung lama sebab mereka sudah di kuasai amarah yang memuncak. Lebih dari dua puluh orang akhirnya menyeret mereka menuju balai desa untuk di adili. Dengan cepat Dewa merapikan kembali celana yang memang tidak sempat dia lepas. Dia juga berusaha merapikan pakaian Riana yang hanya sempat dia singkap kan ke atas, sebab tadi terburu-buru karena tidak lagi mampu menahan hasratnya. Beruntung warga tidak memaksa mereka berjalan dengan telanjang. Meski begitu sang wanita tampak sangat malu sebab posisinya yang menjijikkan saat mereka memergokinya berbuat m***m di kampungnya sendiri. "Cepat jalan! Masih lemas? Sudah berapa kali kalian melakukan itu? Ha!?" teriak Pak Kasimin tepat di telinga Dewa itu. Mereka hanya diam dan pasrah apapun yang hendak orang-orang ini lakukan. Dengan kasar orang-orang kampung yang lainnya mendorong Dewa untuk berjalan lebih cepat dan berakibat tubuhnya jatuh di rerumputan. Bukannya di tolong, justru mereka menjadikan Dewa tak ubahnya seperti bola sepak yang dengan bebasnya di tendang kesana kemari. Teriakan kesakitan menggema di malam yang beranjak pekat. Tetapi laki-laki itu terlihat menikmati dan pasrah, sama sekali tak melakukan perlawanan, meskipun mulutnya berteriak kesakitan. Darah mengucur dari hidung dan sudut bibirnya. Wajahnya yang entah bagaimana bentuknya, sudah tak bisa di kenali lagi. Debu dan darah yang bercampur, seperti masker yang menutupi wajahnya. Dewa yang sebenarnya ahli beladiri tidak melakukan pembelaan terhadap dirinya sendiri. Hanya saja dia tetap menangkis pukulan dari warga di tempat-tempat rawan dari tubuhnya. Dia tak mau mati sebelum berhasil menuntaskan hasratnya yang terpaksa ia tunda karena keburu ketahuan sebelum berhasil mencapai puncak. "Dasar pezina! Pantas sampai tua nggak pernah mau menikah. Ternyata begini kelakuan kamu di luar?" kali ini Riana yang menjadi sasaran bully dari warga desa. Di desa ini, jika seorang gadis berusia dua puluh tahun seperti Riana belum menikah, mereka sering menjulukinya perawat tua, sebab di desa ini rata-rata para gadis menikah di usia lima belas atau enam belas tahun. Bahkan banyak yang masih berusia tiga belas tahun sudah menikah Bukan hanya mem bully Riana, beberapa orang pemuda bahkan melecehkannya. Ada yang mencubit pipinya, memencet hidungnya, meremas aset berharganya, memukul pantatnya dan lain sebagainya. Riana yang merasa bersalah hanya diam sebab mereka punya alasan untuk melakukan itu. Semua berakar dari perbuatan b***t laki-laki asing itu. Suatu saat Riana akan membalasnya, janjinya di dalam hati. "Rianaaa!" Riana terkejut dan terperanjat. Matanya seketika terbuka lebar, bersamaan luruhnya tubuh seksinya ke tanah tanpa ada yang menahannya. Riana pingsan di tempat karena tak kuat lagi menahan rasa malu dan sakit hatinya karena harus menanggung malu karena perbuatan orang lain.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.3K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.2K
bc

TERNODA

read
199.4K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
71.0K
bc

My Secret Little Wife

read
132.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook