19. Surprise

1596 Kata

“Jujur saja hati ini sudah lelah, tapi takdir terus mempermainkan perasaanku, menggantung dan menarik ulurnya!” ---- “Menurut lo Davin mau ngasih lo apaan, Tan?” “Pagi-pagi buta lo udah nanyain begituan, Va. Udahlah gue males bahas!” jawab Tania acuh. Ia malas memikirkan Davin, masa bodoh dengan apa yang dikatakannya. Ia lelah hatinya ditarik ulur. Sementara, lelaki itu bersikap seperti tak pernah terjadi apa-apa. Oh, memang benar, yang merasa ada apa-apa kan hanya Tania. “Dia mau nembak lo kali, Tan,” tebak Vanya. “Gak usah menerka-nerka lagi deh. Lo mau bikin gue kege-eran lagi? Baper lagi?” Tania mendengus kesal. Ia kehilangan semangatnya di pagi hari. “Sensi amat, Mbak!” Vanya menoel dagu sahabatnya. Tania tak bergeming. Ia hanya menarik nafas panjang lalu menghembuskannya kasar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN