"Kita bisa pergi ke tempat indah manapun. Tetapi, rumah tetap menjadi tempat paling indah untuk merebahkan segala lelah." ---- Tania semakin betah berada di rumah sejak kepulangan ayahnya. Mereka benar-benar menghabiskan waktu bersama. Padahal, sebelumnya ia pasti akan merasa bosan karena teman-temannya sibuk dengan perkuliahannya. "Katanya, anak Papa udah mulai betah di rumah, ya?" tanya Handoko sambil membelai lembut rambut sang putri. "Iya, Pa. Ternyata, di sini enak banget. Nyesel dulu milih nggak pulang aja." "Jadi, kamu mau pindah?" tanya sang ayah. "Nggak, Pa. Tania nggak mau repot lagi. Masih bisa tahan, kok. Kayaknya, memang nggak usah sering pulang biar konsen belajarnya. Terus, tiba-tiba lulus aja." "Bisa aja, kamu." Tania melakukan banyak aktivitas di rumah selain mengo

