"Haruskah kita menggenggam kembali harapan ini? Meskipun semuanya tidak pernah pasti. Mungkin saja, di depan hanya ada duka tanpa suka." ---- Waktu berjalan begitu cepat. Tania masih merasa betah di rumah tapi sisa liburannya tersisa beberapa hari lagi. Ya, bagaimana pun ia harus tetap kembali. Banyak yang harus ia kejar terlepas dari segala kenyamanan yang ia rasakan saat ini. "Ya? Kalian udah di mana?" Tania menjawab panggilan sambil bersiap. Hari ini, Tania dan teman-temannya akan pergi ke tempat-tempat di mana sering mereka kunjungi bersama dulu. "Oke. Gue keluar, nih." Tania langsung bergegas dan mencari sang ibu untuk pamit. "Mama, Tania pamit, ya." "Eh. Tania pergi sama siapa?" tanya Ratna. "Sama Vanya Keke, Ma." "Oke. Hati-hati, ya sayang." "Siap, Ma." Tania melambaikan

