"Setiap kejadian pasti datang dan berlalu. Tidak terlalu terlalu meratapi karena siklusnya memang sudah tetap seperti ini." ---- Seperti yang Tania duga, Aly sudah mengomel di pagi hari karena melihat mata Tania yang merah dan sulit terbuka. "Gue bilang apa sama lo? Langsung tidur, Tania. Lo ngapain aja sih?" "Nggak ngapa-ngapain. Namanya nggak tidur di rumah sendiri ya pasti ada nggak betahnya." Tania mencoba memberikan alasan selogis mungkin. Namun, sayangnya Aly tidak semudah itu mempercayai perkataan Tania. Lelaki itu menatap tajam ke arah Tania. "Jangan bohong, lo!" "Nggak! Beneran." "Gue tau. Semalam lo teleponan sama Davin, kan?" "Kata siapa? Sok tau, lo!" "Gue telepon ke nomor lo dan sibuk. Ngapain?" "Cuma bentar, kok." Aly mencebik dan mulai menyantap sarapannya tanpa

