25. The truth

1428 Kata

“Saat aku mencintaimu sendiri rasanya memang berat. Namun, saat kamu bilang mencintaiku, ternyata jalannya menjadi lebih rumit. Karena, kamu mengatakannya saat sudah ada orang lain bersamamu.” ---- Kabut tipis menyelimuti jalanan kota Bandung malam itu. Padahal, saat itu baru ba'da maghrib tapi jalanan begitu terasa mencekam dengan hawa dinginnya. Tania menatap kosong ke arah jendela mobil. “Tania, are you okay?” Davin meyakinkan apakah gadis di sebelahnya sudah merasa enakan. “Lumayan,” jawab Tania sekenanya. “Mau sesuatu?” tanya Davin lagi. Tania menoleh panik ke arah Davin. “Maksudnya?” “Jangan nethink! Maksud gue, lo mau makan atau apa gitu?” jelas Davin yang menyadari Tania ketakutan dengan pertanyaan ambigunya. “Lagian, mana bisa gue melakukan sesuatu pas lo lagi,” Namun, sifa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN