Karena Dandi - COB 25

1000 Kata

Malam kembali datang. Menghilangkan siang yang terik. Mendatangkan ketenangan. Namun tidak bagi Dandi yang kini menatap kosong langit-langit kamar. Lelaki yang masih memakai kemeja yang sama dengan pagi itu menghela napas panjang dan berbalik. Tidur menyamping menghadap lemari kaca yang ada di sisi kanannya. Memeluk guling dengan erat, Dandi pejamkan matanya seraya mengernyit kasar. “Kenapa gua harus ngomong gitu, sih?!” Gumam lelaki itu dengan kaki yang menghentak di atas kasur. Kalau saja Dandi bisa menutup wajahnya dan membuatnya tidak bisa dilihat oleh orang-orang, mungkin Dandi akan melakukannya. Setidaknya itu bisa membuat hari-harinya menjadi lebih baik. Dan yang paling baik adalah ia tidak perlu merasa malu pada Radiva. “Sial! Malah makin inget!” Umpat lelaki itu dan menutup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN