Petang itu, di ruangannya, Alex memegang sebuah kertas dari Samuel. Dia mengerutkan dahi melihat sebuah klaim beratas namakan mobilnya. Alex menatap wajah Samuel dengan tak mengerti kenapa pria itu bisa menanggung biaya perbaikan sebuah mobil. Padahal Samuel telah lulus lisensi mengemudi sebagai pengemudi handal. Belum pernah sekalipun pria itu teledor menabrak mobil seseorang. “Dia mabuk, Tuan.” Pernyataan Samuel membuat Alex mengangkat kedua alisnya. “Dia? Maksud kamu Sonia? Anak Zidanne itu?” ulang Alex. “Iya, Tuan. Dalam keadaan mabuk dia menabrak mobil Anda,” ujar Samuel. Alex makin menatap Samuel masih membawa kertas klaim asuransi. “Lalu, kenapa kamu yang menanggung biaya asuransi?” tanya Alex dengan nada agak tinggi, tidak logis sekali hal ini terjadi. Si penabrak yang

