Tidak ada kata talak yang terucap darias Fauzi. Kami tetap suami istri. Akan tetapi, untuk menjaga kemungkinan terburuk aku harus bisa memaksimalkan waktu yang ada untuk menghancurkan kegiatan laknat yang telah merenggut kebahagiaanku itu. Aku telah memikirkan beberapa hal yang harus dilakukan. Mungkin akan sedikit sulit mengingat selama ini aku tidak pernah mau mendekatkan diri dengan teman-teman sabung Mas Fauzi. Tidak tahu rumah salah satu dari mereka, tidak tahu letak arena itu di mana. Malam beranjak. Sejak siang aku memilih tetap di kamar. Karena kamar utama mempunyai kamar mandi di dalam, jadi aku tidak perlu keluar untuk membersihkan diri atau menunaikan panggilan alam. Tidak ada niat juga untuk mengisi perut. Menjelang magrib tadi Mas Fauzi memang memanggil untuk makan, tetapi

