Nadira mengerjap. Menetralkan pandangannya yang masih buram akibat baru bangun tidur. Ia ingin memastikan apa yang dialaminya semalam bukanlah sebatas mimpi semata. Karena ia tidak bisa merasakan keberadaan siapa pun di dekatnya. Nadira juga meraba tempat kosong yang ada disampingnya, yang semalam ditempati oleh Marcel. Ia pun menghela nafas. Mulai merasa apa yang dialaminya semalam hanyalah mimpi semata. Namun, saat ia beringsut duduk. Ia tersentak melihat tubuhnya yang polos dan hanya ditutupi dengan selimut saja. Kondisi kamar juga masih sama seperti yang ia lihat semalam. Termasuk kasur yang begitu empuk, menjadi alasnya untuk tidur. "Tidak mungkin aku bermimpi sampai-sampai barang-barang ini pun terbawa ke alam nyata begini. Dan …" Nadira menggigit bibir bawahnya. Saat mengintip k

