Bab 25

1053 Kata

Keberadaan Berta saja sudah membuat Nadira merasa sesak nafas, apalagi ditambah dengan Sabrina yang tiba-tiba saja datang.. Berdalih ingin menjemput Berta, tapi ia justru meminjam satu kamar untuk beristirahat. Sebagai tuan rumah tentu saja Nadira harus menyambut kedatangan Sabrina dengan baik. Terlebih lagi Berta begitu antusias menyambut kedatangan Sabrina, yang tampak tidak bersemangat. Dengan langkah gontai ia memasuki kamar yang dulu ditempati Nadira dan beristirahat di sana. Berta yang ingin menyusul langkah Sabrina, urung melakukannya. Karena ia melihat keadaan Sabrina lebih buruk daripada yang tadi. Semakin meyakinkan Berta, bahwasanya benar dokter pribadinya itu patah hati karena kejadian di Bali waktu itu. Sehingga ia kembali ke ruang tamu dan berbicara dengan Marcel dan Nadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN