Part 24

1070 Kata

"Bu, Kak, ayo makan siang dulu! Aku memasak gurame asam pedas kesukaan Ibu," sela Nadira cepat. Menelan paksa gumpalan pahit di pangkal tenggorokannya. Karena mendengar permintaan Berta kepada Marcel. Namun, sebagai seorang istri Nadira ingin cepat-cepat mengalihkan pembicaraan mereka, agar tidak terjadi peperangan antara ibu dan anak tersebut. Bukannya ingin membela Berta atau Marcel, hanya saja Nadira tidak ingin terseret lagi jika membiarkan mereka beradu argumen. Jadi biarlah ia mengalah dan menguatkan dirinya sendiri. Mengsugesti dan meyakinkan dirinya sendiri, bahwasanya Marcel tidak akan pernah melenceng dari jalur yang seharusnya. "Ah, Dira. Kebetulan ada kamu, Nak. Kemarilah!" Bukannya menyahuti Nadira, Berta justru menyeru dan menepuk tempat kosong yang ada di sampingnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN