Part 20

1032 Kata

"Ada apa, Bu?" Dengan malas Marcel mengangkat panggilan dari sang ibu. Bukannya tidak sopan atau apa, ia hanya sedikit terganggu karena panggilan telepon yang dilakukan Berta, sudah lewat dari tengah malam. Marcel sendri juga baru tertidur, setelah percintaannya dengan Nadira setengah jam yang lalu. Tapi, tiba-tiba sang ibu menghubunginya dan menyentak tidurnya yang begitu lelap. Beruntung Nadira tidak terusik. Ia hanya sedikit bergerak dan menyembunyikan wajahnya di dalam ceruk leher Marcel. Mencari kehangatan sekaligus menghirup aroma maskulin dari tubuhnya itu. "Cel, kamu dan Nadira bisa datang ke sini? Sabrina sakit. Badannya panas sekali, Nak. Ibu mohon padamu, segera datang kesini untuk melihat keadaannya. Ibu mohon …" lirih Berta di seberang sana. Dari suaranya ia begitu ketak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN