Nadira menarik kedua sudut bibirnya. Berusaha tersenyum untuk dirinya sendiri, meskipun itu berat dan sepertinya tidak berguna sama sekali saat ini. Tetap saja hatinya sakit membayangkan jika ini hanyalah akal-akalan Sabrina saja. Jauh di dalam hatinya, ingin rasanya Nadira melarang Marcel. Akan tetapi, posisinya sebagai menantu tentu saja tidak menguntungkan jika mengikuti nalurinya sebagai istri. Bisa-bisa nantinya Berta malah membencinya karena dianggap egois dan melawan kepadanya. Nadira yang tertegun mulai menangis dalam diam. Ingin rasanya ia mengadu kepada Mita dan Darto, selaku Ibu dan ayah angkatnya, tapi kembali ditepis mengingat mereka berdua juga hidup kesusahan. Tidak baik rasanya jika harus menambah beban mereka dengan masalahnya saat ini. Sehingga kini Nadira berhara

