Kehidupan yang dijalani dengan ketenangan dan kedamaian tentu saja akan berjalan dengan mulus dan waktu yang bergulir pun terasa berjalan lebih cepat dari biasanya. Sehingga tanpa terasa, tiga bulan sudah berlalu semenjak Anton dibawa ke Jakarta. Pria paruh baya itu menjalani aktivitas sehari-hari sebagai supir pribadi Marcel agar tidak sering-sering bertemu dengan Berta, yang selalu menyindir kesalahannya di masa lalu. Dengan ikut bersama Marcel ke kantor, Anton bertemu Berta hanya di malam hari dan ketika weekend saja. Sehingga bisa mengurangi pertemuan mereka berdua. Meskipun begitu, Anton tetap saja tidak enak hati dengan ucapan-ucapan pedas Berta, terutama kepada Nadira yang telah lelah membagi waktu antara kuliah, suami, dan mengurusnya. Sampai-sampai Nadira tidak memiliki wakt

