Part 38

1027 Kata

"Aku pikir Kakak belum pulang. Makanya aku belum menyusul ke kamar. Kalau bukan papa yang memberi tahu, aku tidak tahu jika suamiku sudah pulang," ucap Nadira. Begitu ia sampai di pintu kamar. Ia pun berjalan mendekat kepada Marcel, yang sedang berada di depan lemari pakaian. Melihat kondisi Marcel yang setengah polos, Nadira tidak lupa mengunci kamar. Sepertinya ia akan menghabiskan sore ini dengan pergulatan panas di atas ranjang. Marcel yang sedang mengganti pakaian menoleh. Mengulas senyum dan membawa Nadira ke dalam pelukannya. "Aku baru pulang." Mengeratkan pelukannya. "Sepertinya aku sangat merindukanmu, Sayang." "Ehem, rindu? Sepertinya ada yang menginginkan sesuatu," sahut Nadira. Mengadahkan kepalanya agar bisa menatap Marcel. "Kamu selalu tahu apa yang ada di dalam pikir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN