Part 39

1258 Kata

"Rasanya aku tidak ingin bangkit dari sini," keluh Marcel. Melepaskan Nadira dari pelukannya, agar ia bisa menikmati kecantikan yang dimilikinya. "Tapi Kakak harus pergi bekerja." Mengusap pipi Marcel dengan punggung tangannya. Mengulas senyum dan menatap dalam-dalam kedua manik hitam yang selalu memancarkan kasih sayang yang begitu besar. "Andai saja kamu tidak ujian, aku sudah membawamu turut serta. Kapan lagi kita bisa liburan, ya, meskipun aku harus bekerja." Merapatkan tubuhnya pada Nadira, dan memberikan sentuhan halus di punggungnya. "Sungguh, aku tidak mampu berjauhan darimu." "Akupun begitu. Tapi, kita tidak bisa melakukan apa-apa selain mengikuti alur yang ada. Kamu dengan tanggung jawabmu dan aku dengan kewajibanku. Dan aku yakin, suatu saat ini semuanya akan berjalan lebih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN