[Sayang, tunggu Mas.] [ kangen.] [ Besok pulang dengan penerbangan pagi.] [ Sudah makan?] [Gimana kabar Cellia dan jagoanku? ] [ Luv, luv....] Suara notifikasi pesan dari layar gawai Hellena tak mau berhenti. Membuat Hellena sejenak menepikan motor maticnya. Aksara dari kemarin terus mengiriminya pesan. Bukan hanya tiga kali sehari, tapi hampir tidak terhitung lagi saking banyaknya. Laki-laki itu seperti tak kehilangan ide dan rasa penasarannya, memantau dan menanyakan semua detik yang Hellena lalui. Hmm. Cinta, memang sweetnya kek gula buatan saking manisnya. Senja barusaja tenggelam. Hellena masukkan gawainya kedalam saku bajunya. Drrrt. [ Sayang, kamu masih mual? Suruh Bi Sumi yang masak atau kalau gak keburu, beli saja. Mas tadi keluar hotel, sudah kutransfer ke rekeningmu

