Friska menutupi wajahnya yang terkena cakaran Mama. Rasa pedih dan panas terasa Menjalari wajah nya. Sepertinya luka bekas Kuku Mama yang runcing dan berkutek merah cukup dalam. "Huhu, Mama... Perih dan panas. " Friska mendecih tidak karuan. " Oh My God, maaf Mama, Friska. " Mama kaget, apalagi setelah melihat luka memanjakan di pipi putri kesayangannya. "Oalah... Ini, harus operasi plastik, Fris." Mama meraba pipi Friska. "Lukamu parah." "Huhu.... Gimana dong, Ma? " Tangis Friska makin keras. "Aksara, untuk terakhir kali, Mama minta uang buat operasi plastik Friska. " seperti biasa ama tak tahu malu menyodorkan tangannya agar syarat berbelas kasihan. Wanita itu lupa kalau apa yang telah dia lakukan pada hidup Akaara selama ini telah membuat pria itu sangat murka dan membencin

