"Apa Mas, putus? Setelah kau kenyang menikmati tubuhku dengan mudah kau mencampakanku, enak saja." Citra tampak bak disambar petir, melempar gawainya dan berdiri berkacak pinggang. "Iya, aku pikir kita sebaiknya mengakhiri kisah kita. Carilah penggantiku," jawab Bisma mencoba tenang. Meski dadanya sedikit gemuruh melihat betapa Citra menolak dengan keras. Wajahnya menantang dan mengobarkan perlawanan. "Kamu pikir, setelah kau puas menikmati tubuhku kau mau melemparkanku ibarat sepah, habis manis dilepeh begitu saja? Egois sekali kamu, Mas." Citra mendengus kasar. "Pandang perutku, di sini ada anakmu, kau tidak kasihan? " Bisma mengucek kasar rambutnya. Betul kata Hellena, Citra itu penjerat laki-laki level atas. Harusnya aku sadar dari awal dan memahami Kalau Citra bukan perem

