Arsyad berusaha berpikir positif, membuang semua pikiran negatif yang ada di dalam otaknya. Sudah lama Vivian dan Iqbal tidak bertemu satu sama lain. Namun, jika sekarang mereka berdua kembali bersua, apakah keadaan itu bisa membuat perasaannya tenang? Tentu, tidak. Komunikasi mereka satu bulan ini saja sedang kurang baik. Jika Iqbal kembali datang dan merusuh pada kehidupan Vivian Wheeler, itu sudah menjadi ancaman bagi Arsyad. Dia tahu hati wanita itu masihlah ragu padanya dan ketika si masa lalu datang menghampiri, bisakah Arsyad Wiguna menang? "Tuan, apa Anda baik-baik saja?" Brian mengetuk meja kaca di depannya. Arsyad mendongak menatap Brian. Wajah itu terlihat kacau, bahkan melebihi ketika kalah tender dengan kliennya. "Menurut kamu aku harus bagaimana, Bri?" tanyanya balik. Bri

