"Arghhh!" Arsyad berteriak kesakitan saat Vivian menggigit bibir bawahnya. “Sakit, Via. Kenapa kamu melakukan itu?” Tangannya dengan cepat meraih tisu yang diberikan oleh Resi. Darah. Pria itu menggeleng takjub. Dia melihat ke arah Vivian yang tersenyum tanpa rasa bersalah. Arsyad pun hanya bisa meringis sambil mencoba menghentikan darahnya. “Ups, sorry. Gak sengaja!” Tanpa rasa bersalah, Vivian tersenyum. Dia justru terlihat begitu senang setelah membuat Arsyad kesakitan. Dengan riang, wanita itu menggeser posisi duduknya menjadi lebih ke pojok. “Lagian siapa suruh nakal,” imbuhnya, lalu memeletkan lidah seperti anak kecil. Resi, Brian, dan juga Feri melihat kelakuan dua orang sejoli itu dengan senyum tertahan, apalagi bagi sekretaris Arsyad yang jarang sekali melihat wajah tuannya se

