Vivian menatap jam tangannya kembali, lalu mendengkus. “Coba kamu hubungi Brian! Aku merasa jika sebentar lagi mereka tak datang akan berubah menjadi gesek!” titahnya kepada Resi. Resi tersenyum canggung. Sang artis memang suka bercanda. Lagi pula, mana mungkin ada gesek yang berani bersaing dengan seorang Vivian Wheeler, kalau ada berarti hebat. “Sebentar, Mbak.” Resi menghubungi Brian dan menanyakan keberadaan pria itu. Setelah mengetahui di mana mereka berada, dia mematikan panggilan. Didekatinya sang artis, lalu mengajaknya bergegas pergi. “Mau ke mana?” tanya Vivian dengan tampang bosan. “Mereka ternyata sudah menunggu kita di depan, Mbak,” beritahu Resi, lalu mulai menarik kopernya dan milik sang artis. “Ckckck, nyusahin banget, sih,” gerutu Vivian, tetapi tetap melangkah kelu

