Sambil mengetuk-ngetukkan jarinya ke setir mobil, mata Zio menyisir ke sekitaran kompleks perumahan yang sudah lama tidak ia kunjungi sejak dua tahun yang lalu. Kompleks yang dulu menjadi tempat kedua setelah sekolah yang sering Zio kunjungi itu masih tampak sunyi dan sepi, sama seperti terakhir kali Zio datang ke tempat itu. Suasana, deretan rumah, warna cat, semuanya masih terasa segar di benak Zio, seolah kurun waktu dua tahun bukanlah hal yang bisa membuat sesuatu bisa berubah sebegitu drastisnya. Setelah berhasil menemukan apa yang sedari tadi dicarinya, Zio langsung menepikan mobil lalu mengamati dengan lekat sebuah bangunan minimalis dengan banyak pohon dan tanaman rambat yang melingkar di sepanjang pagar, menjadikan rumah itu terlihat lebih teduh dan asri daripada ruma

