Kara menarik resleting kopernya setelah memastikan semua pakaian dan barang-barangnya dimasukan secara rapi ke dalam koper tersebut. Selama beberapa lama, Kara terdiam dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ingin mengamati sekaligus menyimpan memori tentang ruangan yang menjadi kamarnya selama tiga bulan terakhir ini. Tanpa sadar seulas senyum kecil terbit di wajah Kara. Kara tidak akan pernah lupa waktu ketika ia berbagi tawa, meredam kekesalan, menyembunyikan rona, dan menumpahkan tangisnya di kamar ini. Semuanya masih terekam jelas di benak Kara, seolah semua kejadian yang telah terlewati adalah rentetan peristiwa yang baru saja terjadi kemarin. Kara mendongak, memerhatikan bintang-bintang beraneka warna yang masih setia menempel di langit-langit kamar. Kara akan selal

