Redifa R. : Jangan dulu pergi. Tunggu gue. Kara dapat merasakan jantungnya seolah berhenti berdetak selama beberapa detik. Napasnya mendadak tercekat. Pikirannya kosong. Selama beberapa saat, Kara hanya bisa termangu menatap layar ponselnya yang menampilkan sederet pesan singkat dari Redy. Ketika akhirnya didapatkannya kembali kesadarannya, dengan cepat Kara langsung berbalik lalu menerobos orang-orang yang sedang mengantre di belakang. Tak dipedulikannya gerutuan dan omelan orang-orang yang sengaja ditabraknya. Kara terus berlari sambil menyeret kopernya keluar dari bandara. Begitu dilihatnya taxi kosong sedang terparkir di depan, tanpa banyak bicara Kara langsung masuk ke dalam lalu menyuruh sopir taxi untuk cepat-cepat melajukan mobilnya. "Mau ke mana, Dek?" tanya si sopir

