"Halo, Redy! Lagi apa?" Kaila melongokkan kepalanya dari balik pintu dan tersenyum sumringah. Dua tangkai tulip kuning yang digenggamnya ia sembunyikan di balik punggung. Begitu dilihatnya seorang laki-laki yang duduk di sofa tengah menatapnya aneh, Kaila buru-buru berdeham dan menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga dengan kikuk. "Eh, Ogi. Gue kira gak ada orang," kata Kaila malu. Cewek itu kemudian melangkah masuk setelah sebelumnya menutup pintu terlebih dulu. Ogi tercengir, namun siapa pun tahu bahwa cengiran yang ditampilkan oleh cowok itu tidak terlihat lepas seperti biasanya. "Gak apa-apa, santai aja," ujar Ogi lemah. Lingkaran hitam di bawah matanya menunjukkan dengan sangat jelas keletihan yang ada. Membuang napas kecil sekali, Ogi tersenyum kecut. "Masih bel

