Chapter 39

2403 Kata

Begitu melihat toko bunga yang ditujunya telah ada di depan mata, Kara lekas masuk ke dalam toko tersebut lalu balas tersenyum pada florist yang ada di balik pintu. "Ada yang bisa dibantu?" tanya florist dengan umur kisaran dua puluh tahunan itu. Kara menunjukkan senyum terbaiknya lalu bicara. "Saya mau beli bunga." "Bunga apa? Bisa dipilih." Florist itu menunjukkan satu per satu bunga-bunga yang dijualnya pada Kara. Berbagai bunga aneka warna berjejer rapi sesuai dengan kelompoknya, menjadikan interior toko tersebut tampak indah berhiaskan segala macam warna. "Bunga buat jenguk orang sakit. Ada?" tanya Kara. "Ada. Untuk berapa buket?" "Satu." Florist itu mengangguk mengerti, masih dengan senyum ramahnya. "Sebentar, saya bungkuskan dulu." Sepeninggal florist wanita tadi, Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN