"Kalau lo enggak usah ditanya. Tampang prihatin lo udah nunjukin semuanya." Mendengar celetukan asal barusan, Zio langsung mendecak lalu geleng-geleng kepala tak percaya. "Dibaikin malah ngelunjak. Liat aja, Dan, masuk sekolah nanti lo bakalan jadi kacung gue. Gak akan tenang idup lo di SMA nanti." "Ya liat aja, Yo. Berani macem-macem gue aduin BK entar. Nilai sikap lo bakalan ngaruh ke ijazah." "Ha ha ha." Zio tertawa tanpa humor. "Setan." Aldan balas tersenyum kecil tanpa menanggapi lebih lanjut umpatan Zio barusan. Cowok itu kembali menatap lurus-lurus ke depan, mengamati sekaligus mengawasi Redy yang baru saja sadar dari komanya. Meskipun wajah cowok itu masih tampak pucat dan tiang infus setia mengikuti kemana-mana, namun raut bahagia yang terlukis jelas di muka Redy membu
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


