"Lo tau? Yang saat ini harusnya jadi cewek Redy itu gue, bukan lo." Kara mendengus frustasi lalu menelungkupkan kepalanya dibalik lipatan tangan di atas meja. Kata-kata Kaila kemarin seolah terngiang kembali di telinga Kara. Kenapa mesti kepikiran lagi, sih? Padahal kan tadi malam sudah cukup Kara tidak tidur semalaman karena memikirkan setiap kata yang nenek sihir itu lontarkan. "Arrghh!" Kara menggeram lalu mengacak-acak rambutnya depresi, kontan membuat beberapa anak yang tadi sedang asik dengan urusannya masing-masing langsung menoleh. Kebetulan, sedang tidak ada guru yang mengajar di kelas Kara. Jadi, semua anak sibuk dengan kegiatannya masing-masing, menyebabkan keadaan kelas benar-benar berantakan dan semrawut saat ini. Anita yang sekarang menjadi teman sebangku Kara

