Terik begitu menusuk kulit. Cuaca panas dan gerah sudah biasa dirasakan oleh warga bumi andalas. Seperti halnya siang ini, langit andalas itu tampak bersih. Tiada satu pun awan hitam yang menutupi cahaya terang sinar mentari siang. Di tengah gerah dan panasnya hari, seorang pria masih sibuk dengan pekerjaannya. Ia tengah fokus memeriksa laporan serta Back Up data proyek yang tengah ia tangani. Namun tiba-tiba konsentrasinya terusik oleh sebuah panggilan vidio. “Hai, Sayang ... apa kabar?” Irfan menyapa hangat putranya yang tampak terbaring lemah di atas ranjang. “Papa ... aku sakit ....” Kenzo terlihat begitu lemah dengan nada suara serak. “Kenzo, ada apa?” “Papa ke sini dong ... aku rindu papa.” “Iya, tapi papa sedang banyak pekerjaan sayang. Nanti sore papa ke sana ya, nanti pap

