"Senang bertemu denganmu, juga." Milena berusaha terdengar ceria, tapi kalimat itu nantinya menjadi kalimat yang akan disesali seumur hidupnya. Max orang yang sangat ramah. Milena merasa bodoh dengan penglihatan kelirunya tadi, mungkin masih efek dari sesuatu yang berkaitan dengan tubuhnya yang belum pulih benar. Perkenalan itu cukup singkat dan normal: saling bertukar nama, berjabat tangan, lalu menanyakan keadaannya seperti hal umumnya yang dilakukan seseorang ketika menjenguk orang sakit. Milena bisa merasakan kalau Max sangat tertarik padanya, bukan dalam artian khusus, lebih seperti seorang teman. David bilang padanya jika Max memang orang yang suka bergaul pada siapapun, memintanya agar tidak salah paham. Beberapa menit kemudian, David keluar mencari pamannya, Max mendekat. Ia m

