Sinar matahari yang lembut menyusup melalui celah tirai, menyentuh wajah Ethan yang masih terlelap di tempat tidur. Cahaya mentari yang hangat itu menandai dimulainya pagi yang cerah. Ethan mengerjapkan mata, perlahan menyadari keberadaannya di dunia nyata. Sebelah tangannya terjulur, menyentuh kehangatan di sampingnya—Danisa, istrinya, yang masih terlelap. Wajah Danisa terlihat begitu damai, tanpa riasan, menampilkan keindahan natural yang memancarkan kesederhanaan. Ethan tersenyum, hatinya dipenuhi rasa syukur. Sosok Danisa begitu jauh dari masa lalunya yang dipenuhi kemewahan dan kepalsuan. Keglamoran mantan kekasihnya dulu meninggalkan luka mendalam, namun Danisa, dengan kesederhanaan dan ketulusannya, menjadi pelipur lara sekaligus cahaya baru dalam hidupnya. Perlahan, Ethan mendeka

