Hari itu, ancaman Budi menggema di benak Ethan. Sang ayah, presiden direktur perusahaan, secara terang-terangan menyatakan niatnya untuk mencopot Ethan dari posisi CEO. Itu bukan kali pertama Budi mengancam Ethan, dan suami Danisa itu tahu kalau ayahnya tak main-main. Pagi tadi Ethan menahan diri untuk tidak terpancing. Ia tahu, kekuasaan ayahnya memang besar, tetapi perusahaan itu bukan hanya milik satu orang. Keputusan besar seperti pergantian CEO harus melalui rapat dewan direksi dan dukungan mayoritas saham. Ethan mengambil langkah cepat. Ia mengatur pertemuan pribadi dengan beberapa pemegang saham utama, termasuk Tuan Hartono dan Ny. Linda, dua nama yang dikenal memiliki pengaruh besar di dewan direksi. Pertemuan pertama berlangsung di sebuah restoran mewah. Ethan langsung ke intin

