bab 50

2034 Kata

Malam itu terasa begitu panjang. Setelah percakapan dengan kakaknya, Danar, Danisa tidak bisa memejamkan mata. Pikirannya dipenuhi berbagai hal—Ethan yang kembali ke rumah orang tuanya, kabar tentang Luna yang kini kehilangan segalanya, dan perasaan aneh yang muncul di hatinya. Danisa bangkit dari sofa, melangkah ke dapur untuk membuat secangkir teh hangat. Matanya menatap kosong ke luar jendela, memperhatikan gemerlap lampu kota. Di tengah keheningan malam, ia memikirkan kehidupan yang ia jalani bersama Ethan. “Apakah semua ini sepadan?” gumamnya pelan. Ia tahu Ethan mencintainya, tapi ia juga sadar bahwa rahasia pernikahan mereka seperti bom waktu. Cepat atau lambat, semuanya akan terbongkar. Teleponnya berbunyi, membuyarkan lamunannya. Nama Ethan tertera di layar. Danisa segera menga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN