Ethan melirik jam tangannya. Masih pagi, dan ia harus ke kantor dalam waktu kurang dari satu jam. Namun, keinginannya untuk bertemu Danisa terlalu besar untuk diabaikan. Ia mengarahkan mobil ke apartemen lama Danisa, tempat istrinya tidur tadi malam. Saat melaju di jalanan pagi yang mulai sibuk, Ethan menghubungi sang istri. Tidak lama, suara lembut Danisa terdengar di seberang. “Ethan?” “Sayang, aku lagi di jalan ke apartemenmu. Jangan pergi dulu, ya. Tunggu aku sebentar,” ujar Ethan, suaranya penuh kerinduan. Danisa terdiam sejenak. “Bukannya kamu sibuk? Kenapa ke sini?” tanyanya heran. “Aku cuma mau bertemu. Nggak apa-apa, aku masih ada waktu,” jawab Ethan tegas. Danisa tersenyum kecil, hatinya hangat mendengar kerinduan suaminya. “Baiklah, aku tunggu. Kalau begitu, aku siapkan s

