Mei terkejut mendengar pengakuan itu, hampir berteriak saking terkejutnya. Untungnya dia tahan, jadi obrolannya tak didengar oleh penulis lain di sana. "Apa? KB? Kenapa? Kenapa kamu nggak bilang sebelumnya?" Danisa mengusap wajahnya, terlihat lelah. "Jujur, aku takut, Mei. Aku takut kalau aku hamil, tapi orang tua Ethan malah meminta atau bahkan mendesak kami untuk pisah. Aku nggak bisa bayangin kalau sampai mereka tahu. Aku takut, dan aku nggak tahu harus gimana nanti. Bukannya lebih baik kami pisah tanpa anak nantinya?" Mei terdiam, mencoba memahami perasaan Danisa. "Tapi kenapa kamu nggak bicarain itu sama Ethan? Bukankah hubungan kalian sudah cukup kuat? Aku pikir kamu sudah yakin sama pernikahan kami, kenapa malah sekarang ngomongin perpisahan?" Danisa menggeleng pelan, matanya men

