Earline terdiam. Dia menundukkan pandangan hingga tertuju pada lantai. Seketika keheningan menyelimuti mereka. Perlahan Earline mencoba menarik ujung-ujung bibirnya hingga membentuk senyuman tipis. Valaria terhenyak ketika melihat wanita itu tersenyum begitu tulus. Entah mengapa Earline tampak cantik saat sedang tersenyum seperti saat ini. "Aku mencintainya. Aku sangat mencintai Larry. Aku tahu ... Larry memang seperti itu. Tetapi aku selalu mencoba tidak mempedulikan hal itu. Yang aku pikirkan hanyalah kehadiran Larry melengkapi hidupku." Earline menatap Valaria lekat-lekat membuat wanita itu terpaku. "Aku mencintainya, itu adalah fakta yang menyakitkan bukan?" Mendengar kalimat tulus itu membuat Valaria menundukkan pandangannya. Apa yang pernah dipikirkan Earline sama persis sepert

