Valaria dan Jeanne terpaku mendengar kalimat tersebut. Tidak ada yang bersuara di antara mereka berdua. Pandangan mereka hanya tertuju pada bayangan Earline dari arah kaca. Earline menarik napasnya dalam-dalam seolah ingin mengontrol emosinya. Wanita itu menyeka airmata yang berhasil merembes di sekitar pipi. Suasana masih terasa hening. Hanya isakan wanita bergaun pengantin itu yang samar-samar masih terdengar. Valaria tidak mampu mengatakan apapun mendengar penuturan Earline. Dia sangat mengerti seperti apa rasa sakit yang sedang dirasakan wanita itu. Bahkan bisa saja rasa sakit yang ada di dalam hati Earline lebih besar jika dibandingkan dengan yang pernah dirasakan Valaria dulu. "Maaf karena aku merruusak riasannya," gumam Earline dengan nada bercanda. Dirinya berusaha tersenyum

