Hari Pernikahan Mantan 3

1144 Kata

Valaria dan Jeanne terpaku mendengar kalimat tersebut. Tidak ada yang bersuara di antara mereka berdua. Pandangan mereka hanya tertuju pada bayangan Earline dari arah kaca. Earline menarik napasnya dalam-dalam seolah ingin mengontrol emosinya. Wanita itu menyeka airmata yang berhasil merembes di sekitar pipi. Suasana masih terasa hening. Hanya isakan wanita bergaun pengantin itu yang samar-samar masih terdengar. Valaria tidak mampu mengatakan apapun mendengar penuturan Earline. Dia sangat mengerti seperti apa rasa sakit yang sedang dirasakan wanita itu. Bahkan bisa saja rasa sakit yang ada di dalam hati Earline lebih besar jika dibandingkan dengan yang pernah dirasakan Valaria dulu. "Maaf karena aku merruusak riasannya," gumam Earline dengan nada bercanda. Dirinya berusaha tersenyum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN